Beginilah Pengertian Kesejahteraan Menurut Elvyn G. Masassya

Beginilah Pengertian Kesejahteraan Menurut Elvyn G. Masassya

Elvyn G. Masassya (EGM), Adalah Direktur Utama dari PT. Jamsostek (Persero) tahun 2012-2013 , saat beliau menjabat sebagai Direktur Utama di BPJS Kesehatan. Beliau Lahir di Medan 18 Juni 1967.

Semua Orang pasti ingin sejahtera, mulai dari seorang gelandagan sampai dengan sampai dengan orang yang sudah hidup berkecukupan. sehingga mereka ingin lebih sejahtera, dan terkadang sering sekali menafsirkan secara berlebihan. Apakah sejahtera sama dengan Financial Freedom?? kenapa Bank sering menggunakan Istilah Wealth Management sebagai suatu unit yang mengelola dana orang-orang kaya atau dana dalam jumlah besar?

Terkadang kita harus lebih berhati-hati dalam menafsirkan kata kesejahteraan, karena kita sering menganggap bahwa sejahtera itu adalah sebuah kekayaan dan harta berlimpah, dan mungkin sebenarnya dibalik kekayaan itu ada hutang yang lebih besar dari kekayaannya.

Secara sederhana kesejahteaan itu memiliki makna kebahagiaan didalamnya, sedangkan kekayaan belum tentu dibarengi dengan sejahtera didalamnya.

Kesejahteraan itu sebenarnya adalah ketika seseorang memenuhi kebutuhan secara relatif, baik itu kebutuhan primer, sekunder maupun tersier, berdasarkan value yang ada pada diri seseorang. kenapa demikian? kita contohkan saja budi misalnya, merasa dirinya sidah cukup kaya dan sejahtera ketika bisa menikmati makan 3 kali sehari, bisa berbelanja sandang, bisa memiliki rumah kecil, dan bisa menyeklahkan anak-anak. budi merasa harta yang dimilikinya dan hidup dalam kebahagiaan. tetapi lain dengan Roy. ia sudah memiliki rumah besar, mobil bagus, Deposito diberbagai bank dan pernak-pernik kekayaan lainnya. Namun Roy merasa semua itu belum cukup, Roy melihat teman-temannya jauh lebih kaya darinya. oleh karena itu Roy Belum merasa Bahagia.

dari situasi tersebut jelas dapat kita lihat, bahwa besarnya harta tidak berbanding lurus dengan makna kesejahteraan secara relatif. dengan kata lain kesejahteraan lahir dari konsep berfikir atau persepsi terhadap kesejahteraan itu sendiri.

  • Memahami Konsep Kesejahteraan
    Poin penting dalam memahami sebuah kesejahteraan adalah memutuskan arti kesejahteraan itu sendiri berdasarkan nilai pada diri kita masing-masing dan memastikan untuk apa uang dan harta yang sudah dan akan kamu miliki nanti nantinya. adapun tujuan dari harta tersebut bukan sekedar dikumpulkan sebanyak-banyaknya. namun ketika kamu bersyukur dengan apa yang sudah kamu miliki. atau dalam contoh lain yakni ketika harta membuat kamu menjadi berprilaku buruk dan serakah atau kikir. intinya fahami dulu bagaimana jumlah harta membuat kita bersyukur dan bahagia. baru nanti kita akan membicarakan bagaimana mendapatkannya.
  • Mendapatkan Kesejahteraan
    Untuk menjadi sejahtera sebagaimana ukuran yang telah diputuskan oleh masing-masing individu termasuk kamu. terlebih dulu harus mengetahui seberapa jauh jarak kamu saat ini dengan tingkat kesejahteraan yang hendak diraih. seperti misalnya dari sisi aset, maka setidaknya anda harus memiliki rumah sendiri atau tidak menyewa selamanya. maka pertanyaab berikutnya adalah rumah seperti apa yang ingin anda miliki. lalu berapa lama dari sekarang rumah tersebut dapat kamu miliki?. kemudian dari mana sumber pembiyayaannya?, artinya ada rencana yang jelas dan terukur, baik dari sisi waktu, maupun sumber dananya. intinya boleh-boleh saja mendambakan sesuatu yang kamu mau, tetapi tidak boleh menafikan rasionalitas.

    Sebagai Contoh, Anda ingin memiliki rumah, lalu untuk membeli rumah tersebut dengan menggunakan KPR. tentu boleh saja menggunakan pendekatan ini. namun mesti di ukur sesuai dengan kemampuan kamu melunasinya. sehingga tidak terjebak dalam hutang dan gagal dalam melunasinya.

    Asumsikan kamu telah memilki rencana dan anda berhasil mencapainya, baik itu melalui akumulasi penghasilan yang dikelola sedemikian rupa ataupun melalui pinjaman bank, yang tentunya juga harus dilunasi dengan baik.

    Apakah kemudian Persoalaan selesai?? Tentu tidak, Kesejahteraan termasuk unsur kebahagiaan, bukan sekedar untuk dicapai, tetapi harus sesuai ukuran masing-masing. ketika kesejahteraan itu sudah dicapai, maka langkah berikutnya adalah bagaimana mempertahankan kesejahteraan.

  • Tetap Sejahtera
    Seperti kata pepatah, “Mempertahankan itu lebih sulit, ketimbang merebut juara“. kesejahteraan juga bisa seperti itu. karena ketika kekayaan meningkat, sebagian kalangan juga mengubah gaya hidupnya, pola pergaulannya dan tingkat konsumsinya. perubahan itu, hakikatnya menjadikan biaya hidup semakin Costly. oleh sebab itu kunci paling mendasar adalah melalui kontrol terhadap gaya hidup.
Secara Konseptual, menjaga kesejahteraan dapat dilakukan dengan melakukan check up secara reguler terhadap kondisi keuangan dan kekayaan kamu. jika delta pengeluaran tiba-tiba menjadi lebih besar ketimbang delta pemasukan, sebaiknya kamu berhati-hati. itu merupakan sinyal, bahwa ada sesuatu yang keliru dalam pengelolaan kesejahteraan kamu. dan untuk mencegah permasahan lebih lanjut, maka mulailah untuk membelanjakan uang untuk hal-hal yang berkualitas. bukan membeli barang-barang berharga murah namun daya gunanya rendah dan frekuensi pembelian bisa tinggi. lebih jauh lagi, stop melakukan pengeluaran khususnya terhadap sesuatu yang sifatnya keinginan ketika pemasukan tidak mencukupi. dengan kata lain, ketika kesejahteraan bersama kamu, maka jangan menggunakan aset yang telah dimiliki untuk membiyai pengeluaran.
Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, silahkan Like, Share dan Koment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *